5 Hukum Fiqih yang Harus Anda Tahu

duniaislamku.com

Islam memiliki banyak aturan yang mengatur bagaimana manusia hidup. Mulai dari bangun tidur hingga tidur lagi di malam hari. Berbagai aturan ini membantu seorang muslim agar bisa menjalani hidup sesuai dengan maksud Allah hingga pada akhirnya kembali ke surga.

Untuk itu, seorang muslim perlu mengetahui apa saja hukum – hukum dalam islam. Khususnya dalam fiqih. Fiqih sendiri sebenarnya adalah ilmu tentang hukum – hukum syariah praktis yang digali dari dalil – dalilnya secara rinci.

Suatu hukum fiqih dihasilkan dari dua rujukan yaitu hadits dan ra’yu. Jika merujuk pada hadits, maka suatu fatwa dalam fiqih biasanya akan lebih dominan mengacu pada hadits dibandingkan dengan akal. Sementara ra’yu adalah ketika suatu fatwa diambil dengan lebih dominan menggunakan akal dari pada hadits.

Kedua rujukan ini tidak salah selama orang yang membuat fatwa memang merupakan orang yang kompeten di bidangnya dan memahami dasar pengambilan suatu hukum fiqih. Jadi, tidak sembarang orang bisa membuat suatu fatwa mengenai hukum syara’.

Nah, dari fatwa yang dihasilkan tersebut, biasanya akan menghasilkan suatu hukum fiqih mengenai suatu hal. Secara umum, ada 5 hukum fiqih yang harus Anda tahu. Berikut ini adalah 5 hukum fiqih tersebut:

1. Wajib

Dalam hukum fiqih, segala sesuatu yang dihukumi sebagai wajib maka harus dilakukan. Dan jika tidak dilakukan atau ditinggalkan maka akan mendapatkan dosa. Contoh hal yang dihukumi wajib dalam fiqih adalah sholat 5 waktu, puasa di bulan Ramadhan, sholat jenazah, dan lain – lain.

Kadangkala, istilah fardhu juga digunakan untuk menunjukkan sesuatu yang wajib hukumnya untuk dilakukan. Ada dua hukum fardhu dalam suatu amalan. Yaitu fardhu ‘ain yang wajib dilakukan setiap orang dan fardhu kifayah yang hukum wajibnya gugur jika sudah ada orang yang melakukan.

2. Sunnah

Sunnah adalah segala sesuatu yang apabila dikerjakan mendapatkan pahala, namun jika tidak dilaksanakan tidak berdosa. Meskipun begitu, sesuatu yang sunnah akan lebih utama jika dikerjakan. Jangan karena jika ditinggalkan tidak berdosa, maka seorang muslim lebih memilih untuk tidak melakukannya.

Suatu amalan yang sifatnya sunnah contohnya shalat rawatib sebelum dan sesudah shalat wajib, puasa senin – kamis, puasa dawud, tersenyum kepada orang lain, dan lain – lain.

3. Mubah

Mubah adalah suatu perkara yang hukumnya boleh. Artinya, jika seseorang melakukan hal yang mubah, maka orang tersebut tidak mendapatkan dosa atau pahala. Begitu juga jika tidak melakukan hal tersebut. Hal – hal mubah bisa menjadi berpahala atau berdosa tergantung niat dan tujuan saat melakukan hal tersebut.

Banyak hal – hal atau kegiatan dalam hidup seseorang yang masuk dalam kategori mubah. Misalnya berjalan, menulis, menikah, dan lain – lain.

4. Makruh

Sesuatu yang makruh adalah sesuatu yang lebih utama untuk ditinggalkan. Saat seseorang meninggalkan sesuatu yang makruh, maka Allah akan memberikan pahala kepadanya. Akan tetapi, jika dikerjakan tidak berdosa. Sesuatu yang makruh lebih baik untuk dihindari atau ditinggalkan karena dekat sekali dengan haram.

Contoh hal yang makruh adalah berpuasa satu hari sebelum tanggal 1 Ramadhan, meminum kopi, memakan makanan dengan bau yang kuat seperti pete atau jengkol, dan lain – lain.

5. Haram

Hukum yang kelima dalam fiqih adalah haram. Sesuatu yang hukumnya haram wajib ditinggalkan. Jika seseorang meninggalkan hal yang haram, maka Allah akan memberikannya pahala, sedangkan jika tetap dilakukan, maka orang itu akan berdosa. Sesuatu yang haram pada dasarnya merupakan hal – hal yang akan membuat orang lain atau diri sendiri mendapatkan kerugian.

Contoh hal yang haram adalah meminum khamr atau alkohol, memakan bangkai atau daging anjing dan babi, memakan harta anak yatim, riba, dan lain sebagainya.

Itulah 5 hukum fiqih dalam islam yang harus Anda ketahui. Dengan mengetahui 5 hukum fiqih ini, diharapkan seorang muslim bisa lebih mudah menentukan bagaimana harus bersikap terhadap suatu hal sesuai dengan hukum fiqih yang membersamai hal tersebut.

Kadang – kadang, seorang muslim mungkin merasa bingung bagaimana hukum suatu amalan. Pada saat itu, menanyakan kepada orang yang lebih memahami agama akan lebih tepat dibandingkan dengan menerka – nerka sendiri hukum fiqih atas suatu amalan.

Tags Artikel : 5 Hukum Fiqih. Hukum Fiqih yang Harus Anda Tahu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *