6 Golongan Orang yang Tidak Wajib Sholat

duniaislamku.com

Dalam rukun islam, sholat berada setelah syahadat yang merupakan bentuk pernyataan keimanan terhadap Allah, Al-Qur’an serta Nabi dan Rasulnya. Sholat adalah rukun islam kedua setelah syahadat, hal ini menunjukkan iman saja tidak cukup untuk menjadi seorang muslim. Bentuk perwujudan dari keimanan adalah dengan sholat, sebagai bentuk ketaatan seorang hamba kepada Rabb-nya.

Kewajiban Sholat dalam islam adalah kewajiban masing-masing individu. Secara pribadi, baik laki-laki atau perempuan, tua atau muda, kaya atau miskin, saat susah atau senang, sehat maupun sakit. Sebab melalui sholat, Allah ingin menunjukkan kepada manusia, siapa yang menciptakannya dan siapa yang menunjukkan jalan kepadanya. Dengan sholat, manusia dapat mendekatkan diri pada Allah karena manusia membutuhkannya.

Allah berfirman dalam Qur’an Surat An-Nuur ayat 56 yang artinya,
“Dan dirikanlah sholat, berikanlah zakat, dan taat kepada Rasul agar kalian semua diberi rahmat.”

Selain itu, ada banyak lagi firman Allah di dalam Al-Qur’an mengenai kewajiban sholat. Hukum sholat lima waktu sendiri adalah fardlu ‘ain. Akan tetapi, ada orang-orang yang tidak diwajibkan menjalankan sholat. Hal tesebut di atur oleh Islam secara elegan, dengan membagi atau menggolongkan orang-orang yang tidak wajib melaksanakan sholat. Adapun orang-orang tersebut adalah sebagai berikut:

1. Kafir

Yaitu orang yang tidak percaya pada Allah dan keesaan-Nya, juga tidak percaya pada Al-Qur’an. Oleh karena itu mereka tidak diwajibkan untuk melaksanakan sholat, apalagi yang wajib lima waktu. Tentu saja ada akibat yang akan diterima oleh orang kafir di akhirat nanti. Dalam Qur’an Surat Al-Mudatsir ayat 42 dan 43, Allah berfirman:

“Apa yang menyebabkan kalian masuk neraka saqar? Mereka berkata, ‘Kami (ketika di dunia) tidak pernah merasakan sholat).”

Tags : 6 Golongan Orang yang Tidak Wajib Sholat

2. Anak-Anak

Salah satu syarat sah sholat adalah baligh. Anak-anak yang belum baligh, belum diwajibkan melaksanakan sholat. Akan tetapi hal ini bukan berarti kita baru mengajarkan sholat kepada anak-anak ketika mereka sudah baligh. Akan lebih baik jika kita mengajarkan serta membiasakan anak-anak untuk melaksanakan ibadah sholat wajib lima waktu sedari dini.

Sebagaimana dikatakan Rasulullah SAW dalam Hadis Riwayat Abu Dawud:
“Perintahkan anak kalian untuk sholat saat berumur tujuh tahun, dan hukum mereka jika meninggalkan sholat saat mereka berumur sepuluh tahun.”

Rasulullah SAW menganjurkan kita untuk mendidik anak melaksanakan ibadah sholat wajib lima waktu walau sang anak belum baligh. Pendidikan mengenai sholat sejak dini pada anak-anak dapat dimulai dengan mengenalkan tata cara sholat serta niatnya.

3. Orang Gila

Selain baligh, syarat sahnya sholat adalah berakal. Maka orang gila jelas tidak diwajibkan untuk melaksanakan sholat lima waktu karena tidak sehat akal dan pikirannya.

4. Sakit

Orang yang sakit sebenarnya masih memiliki kewajiban untuk melaksanakan sholat. Hanya saja diringankan dengan ketentuan tertentu. Seperti sakit parah sehingga tidak dapat beridiri, maka sholatnya dapat dikerjakan sembari duduk atau berbaring.

Adapun yang tidak diwajibkan menjalani sholat wajib lima waktu adalah orang yang menderita sakit ayan atau epilepsy. Penyakit ayan menyebabkan gangguan pada syaraf otak penderitanya. Hal ini bisa membuatnya melakukan gerakan-gerakan abnormal atau gangguan lainnya.

Baca Juga 7 Hikmah Puasa yang Perlu Anda Ketahui

5. Mabuk

Mabuk yang diakibatkan khamr menyebabkan seseorang kehilangan akal sehatnya. Jadi orang yang mabuk tidak diwajibkan menjalani sholat. Meski demikian, jika mabuknya disengaja, maka sholat tetap wajib untuk dilaksanakan. Dengan cara meng-qadla sholatnya saat sadar.

6. Perempuan Haid dan Nifas

Darah haid dan nifas adalah darah kotor. Oleh karena itu, perempuan yang mengalami haid dan nifas tidak diwajibkan menjalani sholat lima waktu. Untuk melaksanakan sholat, seseorang harus bersih dan suci dari hadas kecil dan besar. Perempuan dapat kembali melaksanakan kewajibannya beribadah ketika sudah selesai masa haid dan nifas.

Itulah 6 kondisi dimana seseorang dilarang untuk melakukan sholat. Beberapa kondisi merupakan hal yang tidak dapat dihindarkan dan tidak mendapatkan dosa. Sedangkan kondisi lainnya adalah kondisi yang dapat dihindari sehingga seorang mukmin wajib menghindari hal tersebut dan tetap melaksanakan shalat.

Comments

  1. Pingback: yahoo search engine optimization

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *