Apa Perbedaan Nabi dengan Rasul ?

duniaislamku.com

Sejak kecil kita terbiasa menyebut 25 nabi dan rasul, tapi tahukah Anda kalau ada perbedaan antara nabi dengan rasul. Pada dasarnya, setiap rasul merupakan seorang nabi, namun tidak setiap nabi merupakan seorang rasul. Lalu apakah pengertian nabi dan rasul?

Pengertian Nabi dan Rasul

Nabi dan rasul pada dasarnya memiliki beberapa perbedaan. Baik secara bahasa, definisi, maupun tugas yang dibawanya.

Pengertian Nabi

Dalam bahasa arab, nabi berasal dari kata naba-a yang artinya ditinggikan atau berita. Secara istilah, maka nabi adalah orang yang ditinggikan derajatnya oleh Allah dengan diberikan berita berupa wahyu. Namun, Nabi tidak diperintahkan untuk menyebarkan berita yang ia dapatkan secara luas.

Pengertian Rasul

Sedangkan rasul dalam bahasa arab berasal dari kata irsala yang artinya diutus. Maka rasul adalah orang yang diutus oleh Allah untuk menyampaikan wahyu yang ia dapatkan kepada masyarakat luas. Karena itu, seorang rasul memiliki kewajiban untuk berdakwah dan menyebar luaskan wahyu tersebut.

Perbedaan Nabi dan Rasul

Setelah mengetahui pengertian nabi dan rasul, tentu saja akan lebih mudah mengetahui apa perbedaan antara nabi dan rasul. Namun, untuk memudahkan, kami akan menjabarkan dengan lebih jelas apa saja perbedaan antara seorang nabi dengan rasul.

Seorang nabi dan rasul yang diutus oleh Allah selalu merupakan seorang laki – laki. Akan tetapi, nabi mendapatkan wahyu dari Allah untuk dirinya sendiri dan memiliki tugas untuk melanjutkan syariat dari rasul sebelumnya. Sedangkan rasul mendapatkan wahyu untuk disebarkan kepada seluruh umatnya dengan membawa syariat yang baru.

Kemudian, seorang nabi biasanya diutus kepada kaum yang sudah beriman sedangkan seorang rasul biasanya diutus kepada kaum yang masih kafir. Seorang nabi biasanya mendapatkan wahyu melalui mimpi, sedangkan seorang rasul mendapatkan wahyu dengan berbagai cara. Misalnya dengan berkomunikasi langsung dengan malaikat yang menjadi perantara tersampainya wahyu.

Tugas Seorang Rasul

Rasul diutus oleh Allah dengan berbagai kewajiban dan tugas yang harus dijalankan. Hampir setiap rasul memiliki tugas yang sama, yaitu:

1. Mentauhidkan atau mengesakan Allah
Seluruh rasul diutus dengan satu misi yang sama yaitu mentauhidkan atau mengesakan Allah. Seluruh rasul bertugas mengembalikan keyakinan manusia bahwa Allah adalah satu – satunya dzat yang pantas dan berhak disembah.

2. Memberi kabar gembira dan peringatan
Rasul juga bertugas memberi kabar gembira dan peringatan mengenai adanya kehidupan setelah kematian. Dalam hal ini adalah kabar gembira mengenai adanya surga sebagai balasan bagi orang – orang yang berbakti pada Allah dan berbuat baik semasa hidup, dan peringatan tentang neraka sebagai tempat kembali orang – orang yang ingkar dan membangkang pada Allah semasa hidupnya.

3. Menyampaikan dan menyebarkan wahyu dari Allah
Selain itu, seorang rasul juga wajib untuk menyampaikan dan menyebarkan wahyu dari Allah. Baik berupa perintah, larangan, ataupun anjuran.

4. Meluruskan pemikiran yang menyimpang
Antara masa hidup seorang nabi dengan nabi sebelumnya bisa berjarak hingga ratusan tahun. Karena itu, selama masa tersebut sering kali umat manusia kembali menyimpang dalam aqidah, pemahaman, dan pemikiran. Misalnya dengan maraknya kesyirikan, kejahatan, dan berbuat kerusakan dimana – mana. Rasul datang ke tengah – tengah masyarakat tersebut dengan kewajiban mengembalikan pemikiran manusia kepada jalan yang lurus. Yaitu jalan yang diridhoi oleh Allah sebagai Tuhan semesta alam.

Hasil gambar untuk nabi nuh
Seringkali, untuk menjalankan tugasnya tersebut seorang Rasul juga Allah bekali dengan mukjizat atau keutamaan yang sesuai dengan umat yang ia dakwahi. Karena itulah, setiap rasul akan memiliki keutamaan atau mukjizat yang berbeda – beda.

Misalnya Nabi Musa yang dikaruniai mukjizat berupa tongkat yang bisa berubah menjadi ular untuk menghadapi umat yang sebagian besar memiliki kekuatan sihir. Sedangkan nabi Muhammad mendapatkan mukjizat berupa Al-Qur’an karena pada sastra dan bahasa adalah hal yang paling menonjol pada masa Nabi Muhammad. Selain itu, Al-Qur’an juga menjadi panduan yang selalu kompeten hingga akhir zaman.

Itulah perbedaan antara nabi dan rasul yang perlu Anda tahu. Setelah mengetahui perbedaan dan definisi nabi dan rasul, maka tugas kita adalah mengimani dan mempercayai nabi dan rasul sebagai wujud rukun iman keempat yaitu iman kepada nabi dan rasul.

Tags Artikel Ini : Perbedaan Nabi dan Rasul. Pengertian Nabi dan Rasul. Tugas Seorang Rasul.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*