Cara Shalat Nabi Muhammad SAW

Pelaksanaan ibadah dalam islam harus dilakukan sesuai dengan tata cara yang sudah ditetapkan. Termasuk dalam shalat. Shalat yang kita lakukan harus mengikuti bagaimana tata cara sholat yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW.

Tata cara sholat sesuai yang dilakukan Nabi Muhammad memang tidak akan Anda temukan di dalam Al-Qur’an. Namun hal ini sudah dijelaskan di dalam hadits. Adapun pelaksanaan sholat sesuai Nabi Muhammad SAW adalah sebagai berikut:

1. Berwudhu

Wudhu berguna untuk membersihkan diri dari hadas kecil, sebab untuk menghadap Allah saat sholat kita harus bersih dan suci. Jika dikerjakan dengan sempurna, maka dosa-dosa kita juga akan luruh melalui ujung kuku. Jika tidak ada air, tayyamum dapat menggantikan wudhu. Tayyamum adalah bersuci menggunakan tanah atau debu yang suci.

2. Menghadap Kiblat

Sholat harus dilakukan dengan menghadap kiblat, yaitu Ka’bah. Kiblat dapat ditentukan dengan kompas. Di Indonesia, arah kiblat adalah ke arah barat. Akan tetapi, jika Anda melakukan shalat di atas kendaraan, arah kiblat ini dapat disesuaikan sebagai bentuk kemudahan yang Allah tetapkan.

“Cara Shalat Nabi Muhammad SAW”

3. Niat

Sebelum sholat, hendaknya berniat terlebih dahulu. Niatnya mengikuti sholat yang hendak di kerjakan. Entah itu sholat fardhu atau sholat sunnah. Niat dapat Anda lafadzkan dalam hati ataupun Anda suarakan.

4. Membaca Takbiratul Ihram

Setelah niat, sholat dimulai dengan takbiratul ihram. Takbiratul ihram dilakukan dengan membaca “Allahu Akbar” sembari menatap tempat sujud.

5. Mengangkat Kedua Tangan

Bersamaan dengan membaca takbir, kedua tangan diangkat sampai sejajar dengan kedua bahu. Ada juga yang mengatakan, diangkat sampai sejajar kedua telinga.

6. Meletakkan Tangan di atas Dada

Setelah kedua tangan diangkat saat takbir, kemudian diletakkan di atas dada. Kedua tangan diletakkan di atas dada dengan posisi tangan kanan di atas tangan kiri.

7. Membaca doa Iftitah

Doa Iftitah atau pembuka, sunnah dibaca sebelum membaca al-fatihah kemudian surat-surat panjang atau pendek. Dalam hadis riwayat Muslim, Rasulullah bersabda, bahwa kalimat iftitah merupakan kalimat yang membuka pintu langit.

Baca Juga 3 Shalat Sunnah Utama yang Sayang Dilewatkan

8. Membaca Al-Fatihah

Dalam hadis riwayat Bukhari Muslim, Rasulullah bersabda, “Tidak sah shalat yang tidak membaca Al-fatihah di dalamnya.”

Setelah membaca Al-fatihah, dianjurkan membaca surat pendek atau yang panjang dari Al-Qur’an pada dua rakaat pertama. Sedang pada satu atau dua rakaat setelahnya, Nabi Shallalahu ‘alaihi wa sallam hanya membaca Al-fatihah saja.

9. Ruku’

Ruku’ atau membungkuk 90 derajat, dilakukan saat membaca takbir. Saat ruku’ kepala diluruskan dengan punggung, dengan kedua tangan diletakkan pada kedua lutut.

10. I’tidal

I’tidal atau mengangkat kepala dari ruku’ dilakukan dengan mengucapkan “Sami’allahu liman hamidah’. Ketika sudah kembali dalam posisi berdiri, dianjurkan untuk membaca “Rabbana wa lakal hamdu”.

11. Sujud

Saat sujud, hendaknya meletakkan lutut terlebih dahulu sebelum kedua tangan. Sebab Rasulullah meletakkan kedua lututnya sebelum kedua tangannya. Berdasarkan hadis riwayat Abu Dawud dan Tirmidzi.

Saat sujud juga, posisi kening, hidung, kedua telapak tangan, kedua lutut dan kedua ujung jari-jari kaki kita akan menempel di sajadah serta menghadap ke kiblat.

12. Duduk di antara Dua Sujud

Duduk di antara dua sujud disebut juga dengan duduk iftirasy. Duduk iftirasy dilakukan dengan menduduki kaki kiri dan menegakkan kaki kanan.

13. Tahiyat

Tahiyat adalah duduk di akhir sholat. Duduk tahiyat mirip dengan duduk iftirasy, hanya saja kedua tangan di letakkan di atas paha. Tangan kiri hingga siku diletakkan di atas paha kiri, sedang tangan kanan hingga siku diletakkan di atas paha kanan. Rasulullah mengangkat telunjuk kanannya saat tahiyat.

Baca Juga Asal – Usul Perintah Sholat

14. Salam

Salam dilakukan saat tahiyat akhir, setelah membaca bacaan tahiyat. Salam adalah pertanda berakhirnya sholat yang dikerjakan. Setelah salam, dianjurkan untuk beristigfar, berdzikir dan berdoa.

Nah, itulah tata cara shalat sesuai dengan shalat Rasulullah SAW. Melakukan shalat harus sesuai dengan apa yang dilakukan oleh Rasulullah agar bernilai pahala. Selain gerakan, bacaan shalat juga harus sesuai ketentuan yang telah ditetapkan dan tidak dapat diganti dengan kalimat – kalimat yang tidak pernah dicontohkan oleh Rasulullah. Karena perkara shalat adalah perkara ibadah, dan melakukan hal baru atau perubahan dalam hal ibadah adalah bid’ah yang haram dilakukan.

5 Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*