Kisah Dibalik Tidak Wajibnya Berkerudung

Kisah Dibalik Tidak Wajibnya Berkerudung

Bagi Anda umat muslim Indonesia pastinya sudah tidak asing lagi dengan Jilbab atau Hijab yang diartikan sebagai penutup bagi rambut bahkan seluruh tubuh. Namun, ternyata banyak juga ulama yang menyatakan kerudung rambut tersebut merupakan suatu hal yang tidak wajib. Contohnya yaitu ulama senior Quraish Shihab yang memiliki paham tersebut. Beliau merupakan salah satu penceramah yang banyak disukai namun ternyata keluarga perempuannya tidak berkerudung.

Tidak hanya beliau saja, ternyata banyak juga yang berpandangan seperti itu, bahkan putri dari kerajaan Arab pun banyak yang tidak berhijab. Mereka memiliki pemahaman tersendiri dalam mengartikan Surat Al-Ahzab ayat 59 yang menjadi dasar banyak sekali wanita muslim untuk berjilbab. Lalu apa dasar mereka menyatakan bahwa hijab ini tidak wajib ?

Pada Surat Al-Ahzab ayat 59 yang memiliki arti “Hai Nabi Muhammad, Katakanlah kepada istri dan anak perempuanmu dan juga istri orang mukmin,Hendaknya mereka menjulurkan jilbab ke seluruh tubuhnya” yang seperti itu agar mereka akan lebih mudah dikenali, sehingga tidak akan diganggu. Dan Allah Maha Pengampun dan Maha Penyayang

Ayat yang menjadi patokan para sebagian besar ulama ini ternyata memiliki kisah yang sebenarnya sangat penting kita telaah lebih dalam. Turunnya ayat 59 pada Surat Al-Ahzab ini yaitu seperti yang diceritakan oleh Imam As-Sayuti dalam tafsirnya Duur Al-Mansuur Fi Tafsir Bil Ma’tsur ternyata memiliki kisah.

Kisah tersebut jika dirangkum adalah diawali dengan adanya dua golongan wanita pada waktu tersebut yang satu adalah budak dan satu lagi golongan merdeka. Pada saat itu wanita budak dan wanita merdeka sama dalam hal berpakaian, Para budak diperlakukan semena-mena pada waktu itu. Dan ternyata seiring berjalannya waktu para wanita merdeka ini banyak yang digoda oleh pria hidung belang jahiliah seperti wanita budak. (Baca Juga: Hukum Bercadar Bagi Wanita Berhijab Dalam Islam)

Saat para pria hidung belang tersebut banyak alasan saat menggoda wanita merdeka karena mirip dengan wanita budak. Dengan kisah tersebut akhirnya Allah SWT menurunkan ayatnya yaitu Surat Al-Ahzab ayat 59 yaitu memerintahkan para wanita merdeka menutupi dirinya dengan jilbab sebagai suatu pembeda antara yang merdeka dan budak. Hal ini bisa dilihat lagi pada bagian akhir surat yang berbunyi “yang seperti itu agar mereka akan lebih mudah dikenali, sehingga tidak diganggu”.

Jadi, perbedaan antara ulama ini semuanya berdasar dan semuanya memiliki pemahaman masing-masing. Hendaknya kita untuk tidak menghujat bahkan mendoktrin wanita yang tidak berkerudung adalah wanita yang tidak baik di mata Allah. Sebuah dosa atau pahala yang tahu hanya Allah semata, kita sebagai manusia memang hanya memiliki pemahaman yang terbatas. Yang terpenting tetap jaga tali persaudaraan dan tidak saling memfitnah sesama muslim.

1 Komentar

  1. I ⅼoveⅾ this post! I read yoyr blog fairly ofte
    and yoս’re always coming out with some terrific information.
    I’ll maкe sᥙre to share this ᧐n my FB page and my followers should ⅼike thiѕ alѕo.
    Keeep up the good work!

    My pagе – anchortext

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*