Menyayangi Non Muslim Seperti Rasulullah SAW

Menyayangi Non Muslim Seperti Rasulullah SAW

Islam adalah berkah untuk seluruh alam, hal ini berarti adanya Islam adalah momentum dimana kedamaian dirasakan oleh setiap elemen yang ada di muka bumi ini. Dari sini diketahui bahwa hak akan kedamaian dan rasa nyaman bukan hanya milik umat muslim saja, namun justru harus bisa juga diberikan kepada mereka yang memeluk ajaran agama lain. Terdapat beberapa kisah Rasulullah, yang menceritakan bagaimana beliau mengasihi non muslim, berinteraksi dengan mereka, bahkan menyayangi dan berperilaku sangat baik padanya. Semoga kisah-kisah berikut ini bisa menjadi tauladan bagi kita semua. (Baca Juga: 6 Adab Sebelum dan Sesudah Bangun Tidur Ala rasulullah SAW)

Rasulullah SAW dan Pengemis Yahudi

Kala itu terdapat seorang pengemis Yahudi di sudut pasar Madinah. Ia sudah tua dna renta, ditambah begitu fakir, diperburuk juga dengan keadaannya yang memiliki keterbatasan dalam melihat. Rasulullah dalam kesehariannya selalu mendatangi pengemis tersebut. Membawakannya makanan dan menyuapinya dengan sabra. Di saat yang sama, pengemis tersebut menceritakan hal-hal buruk tentang Muhammad (diri Rasulullah SAW sendiri). Pengemis itu tidak mengetahui bahwa Rasulullahlah yang tengah berada di hadapannya. Namun hal tersebut tidak dijadikan dendam oleh beliau, malahan kegiatan menyuapi tersebut beliau lakukan hingga akhir hayatnya.

Barulah kemudian hal ini terbongkar, ketika pengemis itu merasakan ada yang berbeda dari orang yang mengantarkan makanan untuknya. Tangan itu adalah milik Abu Bakar R.A, yang menggantikan Rasulullah SAW yang telah tiada.

Dari kisah ini, Rasulullah mencontohkan bagaimana ia menghormati manusia tidak hanya berdasar agamanya saja. Kasih sayang dan kelembutan hatinya mencerminkan bagaimana sesungguhnya Islam merupakan keindahan, dan bukan ketersiksaan pada orang lain yang tidak memeluknya.

Muhammad SAW dan Yahudi yang Jahil

Ketika masa-masa dakwah Rasulullah SAW berlangsung, tiap hari adalah tantangan. Rasulullah SAW selalu dihadapkan pada perlawanan dan sikap tidak menyenangkan dari orang-orang yang menolak kebenaran Islam. Ada seorang Yahudi yang juga amat membenci Rasulullah SAW. Tiap kali Rasulullah SAW lewat, ia selalu melempari Rasulullah dengan kotoran. Namun Rasulullah SAW tidak pernah marah, bahkan sekedar menghardikpun tidak dilakukannya.

Suatu hari, ketika Rasulullah SAW melewati area yang sama, ternyata si jahil itu tidak ada. Bukannya tenang, Rasulullah SAW malah khawatir, dan bertanya-tanya kemanakah orang tersebut. Setelah bertanya, akhirnya Rasulullah SAW mendapatkan informasi bahwa orang tersebut tengah sakit. Tanpa membuang waktu, Rasulullah langsung bergegas mendatangi untuk menjenguknya.

Setibanya di rumah Yahudi tersebut, si orang yang tengah terbaring lemas langsung terkejut melihat kedatangan Rasulullah SAW. Ia tidak pernah menyangka bahwa orang yang selama ini dihinda dan dilempar kotoran olehnya, adalah orang pertama yang justru datang menjenguknya.

Dari kisah ini, Rasulullah SAW mencerminkan sikap yang penuh budi pekerti. Rasulullah SAW menunjukkan simpati dan perhatiannya bukan hanya pada mereka yang dekat dengannya, namun kepada siapapun, bahkan yang secara nyata menjahilinya. Namun Rasulullah SAW tidak pernah membalasnya dengan kebutukan pula, melainkan meluluhkannya dengan kedamaian dan pemaafan yang luar biasa.

Perbedaan agama yang ada di antara kita saat ini bukanlah sesuatu yang lantas membuat kita menjadi pemarah, gampang tersulut emosi, dan mudah menghardik dengan kata-kata kasar. Karena Rasulullah SAW tidak pernah mencontohkan hal tersebut. Justru tugas umat Islamlah yang harus bisa membawa sejuk dan damai, sesuai dengan tugas yang diberikan oleh Allah SWT.

Semoga kisah Rasulullah SAW dan kerabat non muslimnya ini menjadi tauladan bagi diri sendiri, agar kedepannya tetap senantiasa berperilaku baik dan saling menghormati sebagai manusia dan sesama makhluk ciptaan Allah.

2 Komentar

  1. alangkah indahnya bila umat muslim di indonesia bisa mencotoh dari cerita di atas. tidak gampang terprovokasi. pasti akan sangat indah.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*